Mengurai Misteri The Secret

March 31st, 2008 by c4ndr4w1j4y4

Law of Attraction - Mistik atau Ilmiah?

March 31st, 2008 by c4ndr4w1j4y4

Menggunakan kekuatan pikiran untuk mewujudkan impian dengan prinsip Law of Attraction (LoA) memang mengundang penasaran. salah satunya, apakah LoA ini mistik atau ilmiah? Bagi kebanyakan orang, LoA adalah hukum yang kontroversial. Bagaimana mungkin, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan memikirkannya saja? Lebih-lebih, Rhonda mengatakan semesta itu bagaikan jin dalam kisah Aladin. Apa pun yang kita minta pasti dikabulkannya. Pertanyaan pun segera mengumandang, LoA ini ilmiah atau mistik?

FISIKA KUANTUM

Di dalam The Secret (TS), dengan yakin Rhonda menyatakan bahwa hukum LoA itu ilmiah. Untuk memperkuat argumennya, ia menghadirkan ahli fisika kuantum, Fred Alan Wolf. Fisikawan yang dikenal sebagai Dr. Quantum itu, mengatakan, “ Saya tidak berbicara tentang pikiran yang muluk atau kegilaan khalayan. Saya berbicara dari pengertian yang lebih mendalam dan mendasar. Fisika kuantum sungguh menunjukkan pada penemuan ini.” Nah lho!

Para pendukung ajaran ini penuh semangat mengatakan, bekerjanya LoA dengan sangat mudah dijelaskan dengan fisika kuantum. Salah satunya adalah Erbe Sentanu, penulis buku Quantum Ikhlas. Dalam sebuah seminar di Jakarta, ia mengatakan bahwa jika diteliti dengan menggunakan mikroskop elektron, ternyata di dalam setiap benda padat terdapat medan energi kuanta yang punya vibrasi tinggi. Vibrasi itu jauh lebih tinggi dari vibrasi benda padat yang bisa kita raba. Dan, setiap benda padat sebenarnya tersusun partikel-partikel terkecil yang punya energi kuanta yang sama. Energi itu melingkupi semua hal yang ada di alam semesta ini. Jadi, di level kuanta yang sama, semua hal di alam semesta ini: termasuk mahluk hidup dan benda-benda lain berhubungan satu sama lain. Inilah, mengapa suatu vibrasi akan menyebabkan vibrasi di tempat lain. Dengan kata lain, terjadi resonansi.

Mengacu pada teori itu, maka pikiran yang positif akan menarik hal-hal positif dan pikiran negatif akan menarik hal-hal negatif. Jadi, menurut Rhonda, segala hal di dalam kehidupan kita itu bisa terjadi karena memang kita yang “mengundang”nya, lewat pikiran. Tidak peduli apakah itu kita inginkan atau tidak. Karena semesta tidak mengenal kata “tidak”.

CELAH-CELAH DALAM LOA

Jika memang LoA “ilmiah” seharusnya itu bisa berlaku di setiap situasi, di mana pun kita berada bukan? Namun, toh kenyataannya tidak persis seperti itu. Bagaimana dengan korban tragedi Holocaust atau 9/11? Apakah mereka dengan sengaja memikirkan “musibah” itu akan datang pada hidup mereka? Begitu juga ketika orang mengucapkan Doa Bapa Kami, “Jangan membawa kami ke dalam pencobaan.” Apakah lalu setiap orang yang mengucapkan doa itu lantas jatuh ke dalam pencobaan? Tentu tidak bukan? Bagaimana pula jika setiap laki-laki menginginkan isteri orang lain menjadi isterinya? Apakah lantas dapat terkabul? Wow…alangkah mengerikannya.

Dan, sebenarnya, LoA juga “mengingkari” hukum alam. Misalnya dalam masalah kesehatan. Karena semua berawal dari pikiran, maka penyakit akan menghampiri kita akibat pikiran. TS menyatakan bahwa kita tidak dapat terserang penyakit kecuali kita sendiri percaya bahwa kita dapat diserangnya. Apakah lalu orang-orang dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mabuk, atau mengkonsumsi narkoba bisa terbebas penyakit, asal mereka tidak memikirkannya? TS juga mengajarkan, hanya dengan berpikir, kita dapat mencapai kesehatan dan tubuh yang sempurna, bobot tubuh yang ideal dan awet muda selalu. Kita tentu tidak bisa mengingkari hukum alam, bahwa menjadi tua adalah sebuah proses alami yang akan menghampiri siapa saja.

PATUT WASPADA

Jadi, meski didukung oleh para ilmuwan dan tokoh-tokoh terkenal dan diklaim “ilmiah”, tidak lantas LoA bisa kita percayai dan praktikkan dalam hidup. Toh, dalam kenyataannya masih banyak celah-celah yang tidak bisa dijawab oleh LoA. Karena itu, kita harus hati-hati dalam menghadapi rupa-rupa ajaran di dunia ini. Alkitab pun telah mengingatkan, “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Ams. 16:25). (Krisetiawati Puspitasari/dbs)

Kekuatan Pikiran yang Menjerumuskan?

March 31st, 2008 by c4ndr4w1j4y4

Bagi kebanyakan orang, masa depan adalah sesuatu yang misteri. The Secret berusaha membuka tabir misteri itu. siapa yang tak tergiur?
Menjawab kebutuhan manusia. Itulah alasan utama mengapa buku dan DVD The Secret (TS) karya Rhonda Bryne digandrungi orang-orang di seluruh dunia. Dalam waktu kurang dari setahun, DVD-nya terjual 2 juta kopi. Sementara, bukunya terjual lebih dari 5 juta eksemplar. Dan telah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa. Kini, TS bagaikan virus yang mewabah ke seluruh dunia. Ia menjadi topik perbincangan jutaan orang di ribuan forum. Termasuk, tentu saja di Indonesia.

JANJI MENGGIURKAN

Maklum saja, TS menawarkan hal-hal yang sangat dibutuhkan manusia dalam hidup. Apa saja itu? Pertama, the secret to money (rahasia untuk mendapatkan uang dan menjadi kaya). Kedua, the secret to relationship (rahasia mendapat-kan pasangan hidup idaman). Ketiga, the secret to health, (rahasia kekuatan penyembuhan dan memiliki vitalitas, penuh energi dan kesehatan optimal). Keempat, the secret to you (rahasia menemukan jati diri dan potensi sebagai manusia. Kita dapat melaku-kan apa saja yang dipikirkan). Kelima, the secret to life (rahasia mewujudkan kehidupan yang benar-benar kita inginkan). Begitu Anda mengetahui The Secret, Anda akan mendapatkan jalan menuju perwujudan keinginan hati Anda. Begitu janji yang ditawarkan.

Siapa yang tidak ingin mendapatkan kenikmatan hidup seperti yang ditawarkan itu? Di tengah kondisi yang serba tidak pasti seperti sekarang ini, tawaran itu seakan menjadi oase yang menyejukkan. Apalagi untuk mewujudkannya, kita tidak perlu susah-susah, bekerja keras. Cukup hanya dengan memvisualisasikan keinginan di dalam pikiran. Ditambah, berpikir dan berperasaan positif, mengucap syukur, memberi dan menolong orang lain, dan mengasihi musuh. Maka, segala sesuatu yang kita inginkan di dalam pikiran itu dapat mewujud menjadi kenyataan. Kesuksesan dan kelimpahan hidup dapat kita raih. Simpel kan?

Itu seakan mematahkan rumus kesuksesan yang kadung dipercaya orang. Bahwa kesuksesan identik dengan kerja keras, tekun, pantang menyerah, dll. Makanya, ada pepatah; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jer Basuki Mawa Beya. No pain no gain.

MUKJIzAT KEKUATAN PIKIRAN

Menurut TS, semua itu bisa terjadi karena adanya hukum The Law of Attraction (LoA) atau Hukum Tarik Menarik. Inilah Sang Rahasia itu. Seperti hukum gravitasi, konon hukum ini diciptakan pada saat awal penciptaan dunia. Sayang, tak banyak orang yang tahu sehingga hanya sedikit orang yang mengamalkan. Hukum ini pula yang menjadi kunci kesuksesan orang-orang besar di sejarah dunia, seperti antara lain Socrates, Plato, Leonardo da Vinci, Beethoven, Albert Einstein, dan Thomas Alfa Edison. Menurut Rhonda, secara tidak sadar mereka telah menerapkan hukum itu.

Ribuan tahun kemudian, orang-orang sukses di era modern juga menerapkan hukum tersebut. Mereka itu antara lain Dr. Joe Vitale (pakar marketing), Jack Canfield (pencipta seri The Chicken Soup for Soul), John Gray (penulis Mars and Venus), Bob Proctor, Bob Doyle, dll. Ajaran tokoh lintas profesi tentang LoA itulah yang dikumpulkan Rhonda dalam buku dan DVD. Bagaimana orang bisa menolak “kebenaran” yang telah diakui oleh para pesohor dunia itu? Tak heran, jika akhirnya banyak orang terpikat dengan TS.

LoA memungkinkan manusia untuk menentukan nasib dan masa depannya sendiri. Mau sehat atau sakit, kaya atau miskin, sukses atau gagal, semua itu datang ke kehidupan kita, karena kita yang mengundangnya. Apa kuncinya? Pikiran kita! Pasalnya, segala sesuatu di alam semesta ini adalah suatu energi. Pikiran kita menimbulkan suatu getaran (vibrasi) yang akan menarik segala sesuatu di semesta yang punya frekuensi senada. Ya, karena dasar dari LoA adalah segala sesuatu yang serupa akan tarik-menarik (like attracts like).

Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan kita dapatkan. Karena itu, kita harus selalu berpikir positif. Menurut Rhonda, orang-orang kaya di dunia ini memang selalu memikirkan kelimpahan dan kekayaaan. “Orang yang menarik kekayaan ke dalam hidupnya telah menggunakan Rahasia Bagi kebanyakan orang, masa depan adalah sesuatu yang misteri. The ini, terlepas disadari atau tidak. Mereka memikirkan tentang kelimpahan dan kekayaan, dan mereka tidak memperbolehkan pikiran-pikiran yang sebaliknya memasuki benak mereka. Pikiran utama mereka adalah kekayaan. Pikiran utama tentang kekayaanlah yang mendatangkan kekayaan pada mereka. Inilah tindakan hukum tarik-menarik. (The Secret, hlm. 6)

MENYITIR ALKITAB

Salah satu cara mewujudkan impian itu adalah dengan ask, believe dan receive (ABR). Hmm…tentu Anda tidak asing dengan ajaran meminta, percaya dan menerima itu bukan? Yap! Konsep Alkitab di Matius 21:22 dan Markus 11:24, memang jelas-jelas dikutip di TS. Selain itu, TS juga mengajak untuk selalu berpikir positif, optimis, bersyukur, mengasihi dan menolong orang lain. Itu adalah syarat lain, supaya LoA dapat terjadi. Lagi-lagi, ajaran itu pun sangat “kristiani” bukan? Apalagi salah satu pengajar TS, Michael Beckwith juga menyandang gelar “pendeta”. Lalu apakah itu berarti memang TS bisa cocok dan bisa diterapkan oleh orang Kristen?

Eiiiit…tunggu dulu. Jangan terburu-buru. Karena di balik bersinarnya ajaran TS sebenarnya tersimpan potensi kesesatan yang bisa menjerumuskan iman. “Namun, karena memang sangat tersamar, saya tidak menyalahkan jika ada umat yang menganggap buku TS itu oke-oke saja,” tutur Pdt. Ishak Sugianto. Menurut penuturan gembala GBI Aletheia, Yogyakarta itu, sejak November 2007 lalu, beberapa jemaat mendatangi ia untuk meminta kejelasan tentang TS.

Sebetulnya apa kesalahan utama dari TS? Menurut Ishak, ada dua kesalahan mendasar, pertama, TS tidak menekankan Allah yang personal. Allah di dalam TS adalah semesta. Dalam theologi, ini disebut dengan pantheisme. Semua bisa menjadi allah. Sedangkan Allah yang kita kenal dalam kekristenan adalah Allah yang personal. Dapat diajak berbicara dan berfirman. Kedua, TS sama sekali tidak mengenal dosa. Manusia adalah insan yang sempurna. Karena itu manusia tidak membutuhkan keselamatan dan bisa mengandalkan kekuatan pikirannya sendiri. Sedangkan Alkitab, mengajarkan bahwa manusia adalah berdosa dan telah kehilangan Allah sehingga membutuhkan juruselamat.

TERHISAB NEW AGE

Tak hanya kedua alasan itu saja. Lebih dalam lagi, kesesatan di dalam TS adalah karena ajarannya beraliran New Age. Coba kita tengok asal muasal ajaran ini. Menurut Marcia Montenegro, latar belakang ajaran ini adalah mental science, mind science, divine science atau science of mind. Akarnya dari pemikiran Emmanuel Swedenborg (1688-1772). Ia mengajarkan bahwa Allah bukanlah seorang pribadi. Yesus adalah penunjuk jalan, penyakit adalah akibat pikiran dan keinginan buruk. Ajaran ini jelas sudah terhisab New Age Movement. Sebuah gerakan yang dimulai sejak awal 1960-an, yang terus menggerogoti kekristenan.

Dari tahun ke tahun, aliran ini terus menyebar ke seluruh dunia. Dan, menyusupi kehidupan orang-orang modern. Mereka percaya karena manusia adalah percikan ilahi maka manusia pun dapat menjadi tuhan bagi dirinya sendiri. Hmm…ini tentu akan mengingatkan kita pada peristiwa Adam dan Hawa di Taman Eden bukan?

Lebih jauh, sebenarnya yang diajarkan TS hanyalah berorientasi pada masa kini. Dan, TS juga justru mendorong kita untuk memuaskan keinginan daging semata. Padahal Alkitab mengingatkan, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh 2:16-17). Dan, sebetulnya, Tuhan kita justru lebih tahu apa yang kita butuhkan. Selama hidup kita melekat pada-Nya, semua akan disediakan-Nya. “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor 2: 9).

Sumber : www.bahana-magazine.com